(penggubah jiwa muda)
Jika pada bagian satu telah disadarkan “Are you, Indonesian Hero ???”. Now, let me, introduce coretan tentang “How to become a Hero” dimana telah disebutkan pula pada bagian satu bahwa kecemasan merupakan kekuatan utama yang menggerakkan pada masa kebangkitan, maka obsesi kesempurnaan (idealisme) adalah kekuatan utama yang menggerakkan pada masa kejayaan. kepahlawanan masa kejayaan ini didominasi semangat perfeksionis dan inovasi.
Tapi_adakah di dunia ini yang serba idealis_??? belajarlah dari seorang gitaris profesioanal,… maka kita akan mendapatinya bahwa selalu dia tidak akan pernah mengencangkan dengan kuat pada dawai gitarnya, karena akan menimbulkan dawai tersebut yang mudah putus saat dipetik, begitu juga kita tidak akan pernah melihatnya mengendorkan dawai gitarnya, karena tidak akan menghasilkan suara. Maka pahlawan akan memilih jalan tengah antara idealisme yang tidak realistis, dengan realisme yang terlalu pragmatis, jalan itulah Optimisme.

Model seorang pahlawan, selalu identik dengan berjuang, para pejuang ini berbekal sikap optimis merasa tenang karena berjuang sesuai koridor kebenaran hingga Allah memberikan kemenangan walaupun mereka tak sempat melihat hasil perjuangannya… karena mereka yakin bahwa berada dalam bendera Allah “kebenaran selalu mengalahkan kebatilan” begitulah filosofinya.
Tapi jika tidak sempat melihat apakah kita bisa tahu apakah suatu kemenangan atau lainnya_??? bukankah berjuang saja itu merupakan suatu kemenangan… Yah benar, kemenangan atas rasa takut, sikap pengecut, egois dan wahn*
Perjuangan_ahhhhh,…sebuah kata yang tak habis-habisnya membuat diriku berfikir sekian lama_hingga kusimpulkan : “Perjuangan mutlak diperlukan dalam menjalani kehidupan ini”

Komentar Terakhir