Lack of Heroes….. bagian 2

20 06 2008

(penggubah jiwa muda)

Jika pada bagian satu telah disadarkan “Are you, Indonesian Hero ???”. Now, let me, introduce coretan tentang “How to become a Hero” dimana telah disebutkan pula pada bagian satu bahwa kecemasan merupakan kekuatan utama yang menggerakkan pada masa kebangkitan, maka obsesi kesempurnaan (idealisme) adalah kekuatan utama yang menggerakkan pada masa kejayaan. kepahlawanan masa kejayaan ini didominasi semangat perfeksionis dan inovasi.

Tapi_adakah di dunia ini yang serba idealis_??? belajarlah dari seorang gitaris profesioanal,… maka kita akan mendapatinya bahwa selalu dia tidak akan pernah mengencangkan dengan kuat pada dawai gitarnya, karena akan menimbulkan dawai tersebut yang mudah putus saat dipetik, begitu juga kita tidak akan pernah melihatnya mengendorkan dawai gitarnya, karena tidak akan menghasilkan suara. Maka pahlawan akan memilih jalan tengah antara idealisme yang tidak realistis, dengan realisme yang terlalu pragmatis, jalan itulah Optimisme.

Model seorang pahlawan, selalu identik dengan berjuang, para pejuang ini berbekal sikap optimis merasa tenang karena berjuang sesuai koridor kebenaran hingga Allah memberikan kemenangan walaupun mereka tak sempat melihat hasil perjuangannya… karena mereka yakin bahwa berada dalam bendera Allah “kebenaran selalu mengalahkan kebatilan” begitulah filosofinya.

Tapi jika tidak sempat melihat apakah kita bisa tahu apakah suatu kemenangan atau lainnya_??? bukankah berjuang saja itu merupakan suatu kemenangan… Yah benar, kemenangan atas rasa takut, sikap pengecut, egois dan wahn*

Perjuangan_ahhhhh,…sebuah kata yang tak habis-habisnya membuat diriku berfikir sekian lama_hingga kusimpulkan : “Perjuangan mutlak diperlukan dalam menjalani kehidupan ini”

Baca entri selengkapnya »





Lack of Heroes… bagian 1

13 06 2008

(penggubah jiwa muda)

Berikut adalah perspektifku dalam memaknai 100 tahun kebangkitan nasional yang telah banyak didengungkan setiap kalangan_yang dalam perspektifku adalah kebimbangan Ibu pertiwiku dalam mencari anak-anak pahlawan Indonesia.

Ibarat sebuah kehidupan manusia dimulai dengan siklus yang umumnya hampir seragam, ada masanya lahir_masanya tumbuh kembang_masa muda_masa dewasa_masa tua_dan masa dimana kematian menjemput.

Dari setiap siklus kehidupan inilah Ibu Pertiwiku mencari pahlawan-pahlawan Indonesia yang umumnya menjadi minoritas, dari ± 220 juta anak-anaknya, karena memang harus disadari bahwa kekuatan utama untuk menggerakkan masyarakat pada masa kebangkitan adalah sebuah kecemasan. Hal inilah yang merupakan mata air yang memberikan energi untuk bergerak dan bergerak, melangkah tertatih-tatih, sembari jatuh bangun, meraba dalam ketidakpastian_Namun terrrusss Bergerak_.

Karena kecemasan muncul akibat kesadaran akan adanya jarak yang terbentang jauh, antara idealisme dan realitas, antara harapan dan kenyataan tapi sungguh tidak semua anak-anak negeri ini menyadari akan kesenjangan tersebut, mereka mengira semua baik-baik saja tiada masalah, bersikap diam dan enjoy dengan kondisi yang ada, orang seperti inilah yang hanya akan ikut arus sampai akhirnya arus besar menghanyutkan mereka (arus itu adalah media*).

Ehmmm_sungguh ironi, mereka (baca : kaum muda) habis sudah waktu mereka tuk “… …”, menghisap nikotin, menonton tayangan yang melemahkan_ sedikit demi sedikit akan menggerogoti jiwanya, tapi hanya putra dan putri bangsa yang besosok pahlawanlah yang merasakannya, bergerak untuk terus memperbaiki dirinya, sekitarnya dan negerinya, karena sukses suatu bangsa adalah akumulasi kesuksesan setiap anak bangsanya. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.